Waktu Saat siswa yang masuk gerak jalan latihan kami semua melihat dia latihan di lapangan smkn 1 pinrang kami pun semua mengejek cara gerak jalannya karna sering salah caranya jalan kami pun semua meneriaki karna kesalahannya
Sabtu, 13 Agustus 2016
Olaraga Yang Gagal gara-gara gerak jalan
Pada jam olaraga kami semua cepat-cepat turun kebawah untuk main bola pas ssampainya di bawah kami semua ingin mengambil bola futsal di kantor pas pertengahan jalan kami di laraang untuk main bola oleh salah satu guru olaraga kami karna lapangan ingin di pake untuk laatihan gerak jalan.
Jumat, 12 Agustus 2016
Kimia(Penentuan ∆H Dengan Hukum Hess)
Penentuan ∆H Dengan Hukum Hess
Hukum Hess menyatakan bawah jika suatu proses dapat berlangsung melalui beberapa tahapan maka perubahan entalpi secara keseluruhan adalah sama tidak peduli tahapan mana yang dilalui.
Hukum Hess menyatakan bawah jika suatu proses dapat berlangsung melalui beberapa tahapan maka perubahan entalpi secara keseluruhan adalah sama tidak peduli tahapan mana yang dilalui.
contoh : ∆H1- ∆H2 = ∆H3
41-283 = ∆H3
-242 = ∆H3
41-283 = ∆H3
-242 = ∆H3
Mulok
Bapak Hanya masuk menanyakan siapa-siapa tidak posting selaama satu minggu di dlognya baru memberikan tugas tambahan yang akan di tambah di pada halaman blog kita masing-masing.
Kamis, 11 Agustus 2016
Agama(HUKUM NUN SUKUN/TANWIN)
HUKUM NUN
SUKUN/TANWIN
1.Idghom Bighunnah
Idghom
: memasukkan
Bighunnah : dengan mendengung
Bighunnah : dengan mendengung
Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah
4 huruf, antara lain:ي ن م و atau biasa di singkat dengan bunyi يَنْمُوْ
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي ) فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي ) فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
Idghom Bilaghunnah
Idghom
: memasukkan
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf
hijaiyyah yang berjumlah 2 huruf, antara lain: ل dan ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل ) غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌ – ر)
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل ) غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌ – ر)
Idzhar
Idzhar berarti: jelas atau terang
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 6 huruf, antara lain: ﻫ أ ح خ ع غ
Contoh:
خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع ) قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ) لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )
Iqlab
Iqlab
berarti:
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)
IKHFA
Ikhfa’ berarti: samar-samar
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س ) عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش) قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)
مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض) وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط) عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)
BHS Indonesia
Penggunaan
Majas di dalam Karya Sastra
Majas
adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan
kesan
imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau
pendengarnya
Majas perbandingan
1) Asosiasi
atau Perumpamaan
2) Metafora
3)
Personifikasi
4) Alegori
5) Simbolik
6) Metonimia
7) Sinekdokhe
Majas Sindiran
1) Ironi
2) Sinisme
3) sarkasme
Majas Penegasan
1) Pleonasme
2) Repetisi
3) Paralelisme
4) Tautologi
5) Klimaks
6) Antiklimaks
7) Retorik
PKN(pancasila)
Pancasila
1.
Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.
Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia
Sila pertama, negara wajib:
(1) Menjamin kemerdekaan setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya dengan menciptakan suasana yang baik.
(2) Memajukan toleransi dan kerukunan agama
(3) Menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan umum sebagai tanggung jawab yang suci.
Sila Kedua, mewajibkan:
(1) Negara untuk mengakui dan memperlakukan semua warga sebagai manusia yang dikaruniai martabat mulia dan hak-hak serta kewajiban kewajiban asasi
(2) Semua bangsa sebagai warga dunia bersama-sama membangun di dunia baru yang lebih baik berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
Sila ketiga mewajibkan negara untuk membela dan mengembangkan Indonesia sebagai suatu negara yang bersatu, memiliki solidaritas yang tinggi dan hidup rukun, membina dan menjunjung tinggi kebudayaan dan kepribadian nasional, serta memperjuangkan kepentingan nasional.
Sila keempat mewajibkan negara untuk mengakui dan menghargai kedaulatan rakyat serta mengusahakan agar rakyat melaksanakan kedaulatannya secara demokratis tanpa diskriminasi melalui wakil-wakilnya. Negara wajib mendengarkan suara rakyat dan memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat.
Sila Kelima mewajibkan negara untuk:
(1) Mengikutsertakan seluruh rakyat dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya
Membagi beban dan hasil usaha bersama secara proporsional di antara semua warha negara dengan memperhatikan secara khusus mereka yang lemah kedudukannya agar tidak terjadi ketidakadilan serta kewenang-wenangan dari pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah.
Langganan:
Postingan (Atom)










